Kamis, 11 April 2013

KEAGUNGAN AL-QUR'AN

1. Al-Qur’an Dan Keagungannya 

    Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang sangat agung melebihi kitab-kitab Allah sebelumnya, yang keasliannya terpelihara sepanjang waktu. 
    Tiada bacaan melebihi Al-Qur’an yang dipelajari bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosakatanya, tetapi juga kandungannya yang tersurat, tersirat bahkan sampai pada kesan yang ditimbulkannya. Semuanya dituangkan dalam jutaan jilid buku, generasi demi generasi. Al-Qur’an layaknya sebuah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing.
      Tiada bacaan seperti Al-Qur’an yang diatur tatacara membacanya, panjang pendeknya bacaan, tebal tipisnya serta perhalus ucapannya, dimana tempatyang terlarang atau boleh, cara memulai dan berhenti, bahkan diatur lagu dan iramanya, sampai pada etika membacanya. Tiada bacaan sebanyak kosakata Al-Qur’an yang berjumlah 77.439 kata, dengan jumlah huruf 323. 015 huruf yang seimbang jumlah kata-katanya, baik antara kata dan padanannya, maupun kata dengan lawan kata dan dampaknya. Sebagai contoh-sekali lagi sebagai contoh- kata hayat (hidup) terulang sebanyak antonim (lawan kata)nya maut (mati) masing-masing 145 kali, akhirat terulang 115 sebanyak kata dunia; malaikat terulang 88 sebanyak kata setan; thuma’ninah (ketenangan) terulang 13 kali sebanyak kata dhiyq (kecemasan); yaum (hari) terulang sebanyak 365 kali sejumlah hari dalam satu tahun, kata syahr (bulan) terulang sebanyak 12 kali sejumlah bulan-bulan dalam setahun. Dan masih banyak keseimbangan lainnya. 
      Orientalis H.A.R Gibb pernah menulis: “ tiadak ada seorangpun dalam seribu lima ratus tahun ini telah memainkan ‘alat’ bernada nyaring yang demikian mampu dan berani, dan demikian luas getaran jiwa yang diakibatkannya, seperti yang di baca Muhammad (Al-Qur’an). 
       Demikian keaslian dan keagungan Al-Qur’an terpelihara.
 أللهُ الّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَ الْمِيْزَانَ 
      Allah menurunkan Al-Qur’an dengan penuh kebenaran dan keseimbangan (QS. Al-Syura(42) : 17) 
 إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ 
     Sesungguhnya Kami (Allah bersama Jibril yang diperintahnya) menurunkan Al-Qur’an, dan Kami (yakni Allah dengan keterlibatan manusia ) yang memeliharanya (QS. Al-Hijr (15): 9) 
     Demikianlah keagungan Al-Qur’an. Kehalusan dan kesopanan bahasanya tidak tertandingi, baik dalam memberikan tuntunan maupun peringatan. Al-Qur’an tidak segan mengisahkan “kelemahan manusiawi”, namun digambarkannya dengan kalimat indah lagi sopan tanpa mengundang tepuk tangan, atau membangkitkan potensi negative, tetapi untuk menggaris bawahi akibat buruk kelemahan itu, atau saat kesadaran manusian menghadapi cobaan nafsu dan setan. 
       a. Perbuatan manusia
 وَإنْ جَنَحُوْا للسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلّى اللهِ
     Kalau mereka cendrung kepada perdamaian, maka sambutlah kecendrungan itu, dan berserah dirilah pada Allah (QS. AlAnfaal (8):61) 
 وَإنَّا أوْ إيَّاكُمْ لَعَلَى هُدًى أوْ فِى ضَلَل مُبِيْن
      Kami atau Anda yang berada dalam kebenaran atau kesesatan yang nyata (QS. Saba’ (34):24)
 قُلْ لا تُسْئَلُوْنَ عَمّا أجْرَمْنَا وَلا نُسْئَلُ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ 
     Katakanlah, Kamu sekalian tidak akan diminta untuk mempertanggungjawabkan dosa-dosa kami, Kami pun tidak akan mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatan kalian.. (QS. Saba’ (34): 25) 
   Dalam contoh ayat- ayat tersebut diatas Al-Qur’an tidak egois dalam memberikan tuntunan serta peringatan , semuanya bersifat demokratis dan dialogis, menghormati keyakinan orang lain. Al-Qur’an menamai perbuatan kami muslim dengan dosa, dan tidak menamakan perbuatan mitra dialog Non-Muslim sebagai dosa. 
     b. Hubungan percintaan 
   Hikayah Al-Qur’an dalam menggambarkan hubungan Yusuf dan Zulaiha:
 وَ غَلَّقَتِ الابْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ 
     (Setelah berulang-ulang kali merayu dengan berbagai cara terselubung). Ditutupnya semua pintu dengan amat rapat, seraya berkata (sambil menyerahkan dirinya kepada kekasihnya setelah berdandan) ,” ayolah, kemari lakukan itu!” (QS. Yusuf (12):23) 
     Dalam ayat diatas Al-Qur’an menggambarkannya sebagai satu kenyataan dalam diri manusia yang tidak harus ditutup-tutupi tetapi tidak juga dibuka lebar. Seperti dalam bacaan-bacaan lain. Al-Qur’an kemudian menguraikan sikap dan jawaban Nabi Yusuf, anak muda yang dirayu wanita itu, juga dengan tiga alasan penolakan, seimbang dengan tiga cara rayuannya,
        Yang pertama dan yang kedua.
 مَعَاذَ اللهِ أنَّهُ رَبِّيْ أحْسَنَ مَثْوَايَ 
       Aku berlindung kepada Allah, sesungguhnya suamimu adalah tuanku, yang memperlakukan aku dengan baik (QS. Yusuf (12):23) 
       Yang Ketiga,
       khawatir kedua alasan itu belum cukup. 
 إنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُوْنَ 
    Dan sesungguhnya tidak pernah dapat berbahagia orang yang berlaku aniaya (QS. Yusuf (12):23). Sungguh keindahan yang sangat sempurna, kata demi kata, kalimat demi kalimat begitu dinamis, sehingga mampu memberikan kesan yang begitu mendalam, mengandung tuntunan yang begitu agung tanpa cela sedikitpun. 
      c. Pembelaan Al-qur’an 
    Namun kebenaran dan keagungan islam oleh golongan non-Muslim dianggap kebenaran yang semu, banyak yang mempelajari Al-Qur’an hanya karena ingin mendaptakan pesan yang tersurat dan tersirat didalamnya, baik menyakngkut kehidupan social , ekonomi, budaya, bahkan teknologi. Dalam memberikan pembelaan pada kebenaran dan keagungan Islam, Al-Qur’an secara demokratis dan ilmiyah memberikan kesempatan bagi setiap indevidu, kelompok bahkan golongan untuk memberikan argument dan bukti akan kebenaran mereka, Al-Quran memberikan beberapa tantangan: 
      Tantangan Yang pertama,
 وَإنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَاءْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوْا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُوْنِ اللهِ إنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ 
     Dan jika kamu dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami , buatlah satu surat yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (QS. Albaqarah)2(:23) 
      Tantangan Yang kedua,
 قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أنْ يَّاءْتُوْا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْاءَنِ لاَ يَاءْتُوْنَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْراً 
    Katakanlah: "Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk menyusun semacam Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan berhasil menyusun semacamnya, sekalipun mereka bekerja sama". (QS. Al-Isra (17):88) 
     Tantangan Yang ketiga, 
 أفَلا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاءَنَ وَلَوْ كَانَ مِنَ عِنْدِ غَيْرِ اللهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَافًا كَثِيْرًا 
     Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. An-Nisaa (4):82) Dalam tantangan yang ketiga ini dijelaskan, bahwa dimungkin seseorang atau golongan menyusun sebuah buku berbahasa arab, namun didalamnya akan terdapat pertentangan maupun perbedaan yang nyata.
      Semua ini hanyalah contoh kecil dari keagungan al-Qur'an. Semoga kita sellalu dapat menjadikannya sebagai tuntunan dan pegangan dalam kehidupan ini... 
SEMOGA BERMANFAAT UNTUK KEIMANAN KITA... AMiiiinnnn..

Kitab Injil Asli Ditemukan Kerasulan Nabi Muhammad


Kitab Injil Tentang Kerasulan Muhammad SAW - Penemuan Injil kuno yang diyakini berusia 1500 tahun telah membuat heboh. Yang membuat gempar,Kitab Injil Tentang Kerasulan Muhammad SAW Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.
 
Sebagian orang memprediksi injil tersebut adalah Injil Barnabas. Menurut mailonline,  injil yang tersimpan di Turki itu ditulis tangan dengan tinta emas menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercaya digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus. Alkitab kuno ini sekarang di simpan 

Di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Dalam Injil Barnabas memang diungkapkan tentang akan datangnya Rasul bernama Muhammad SAW, setelah Nabi Isa. Berikut ini isi Kitab Injil Tentang Kerasulan Muhammad SAW :

Bab 39 Barnabas:

Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Allah Tuhan kita... Tiada Tuhan Selain Allah dan dan Muhammad adalah utusan-Nya''.

Masih pada bab 39 yang mengisahkan tentang Nabi Adam, nama Nabi Muhammad SAW juga disebut dalam dialog antara Nabi Adam dengan Tuhan. ''...Apa arti kata-kata, Muhammad utusan Allah, apakah ada manusia sebelum aku?''

Bab 41 Barnabas: 

Atas perintah Allah, Mikael mengusir Adam dan Hawa dari surga, kemudian Adam keluar dan berbalik melihat tulisan pada pintu surga 'Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah...''

Bab 44 Barnabas:

Pada bab ini Yesus atau Nabi Isa menyebut nama Nabi Muhammad. ''Oh, Muhammad Tuhan bersamamu...''

Bab 97:

Yesus menjawab, "Nama Mesias sangat mengagumkan, karena Allah sendiri yang memberinya nama, ketika menciptakan jiwanya dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: 'Tunggu Muhammad; karena kamu Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan banyak  makhluk... Siapa pun yang memberkatimu akan diberkati, dan barangsiapa mengutukmuu akan dikutuk..''

Bab 112:

Dalam bab ini Nabi Isa (Yesus) bercerita kepada Barnabas bahwa dirinya akan dibunuh. Namun, kata Nabi Isa, Allah aka membawanya naik dari bumi. Sedangkan orang yang dibunuh sebenarnya adalah seorang pengkhianat yang wajahnya diubah seperti Nabi Isa. Dan orang-orang akan percaya bahwa yang disalib itu adalah Nabi Isa. ''Tetapi Muhammad akan datang... Rasul Allah yang suci,'' kata Nabi Isa. Nama Nabi Muhammad juga disebut pada Bab 136, 163, dan 220. Isi Injil Barnabas di atas dikutip dari barnabas.net.

Menurut Laman Al-Arabiya, meskipun spekulasi tentang kitab kuno yang diduga sebagai Injil Barnabas itu meramalkan kedatangan Islam, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan hipotesis tersebut.

Walau Injil Barnabas "mengakui" kedatangan Islam dan Nabi Muhammad SAW, namun skeptisisme tetap muncul karena kontradiksinya dengan Alquran. "Sebab, sebagian besar studi tentang kitab ini menyatakan Injil Barnabas hanya kembali ke 500 tahun yang lalu. Sementara, Alquran telah ada sejak 1400 tahun silam," demikian tulis Al-Arabiya, Senin (27/2).

Adanya kontradiksi inilah yang menjadi alasan utama mengapa para sarjana Arab mengabaikan terjemahan bahasa Arab Injil tersebut, yang diterbitkan 100 tahun lalu. Sebagaimana diulas secara rinci oleh penulis dan pemikir Mesir, Abbas Mahmoud Al-Akkad.

Dalam sebuah analisis yang ditulisnya pada 26 Oktober 1959 di surat kabar Al-Akhbar,Akkad mengatakan deskripsi neraka dalam Injil Barnabas didasarkan pada informasi yang relatif baru yang tidak tersedia pada saat di mana teks itu seharusnya ditulis. "Sejumlah deskripsi yang tertulis dalam Injil itu merupakan kutipan orang-orang Eropa dari sumber-sumber Arab," ungkapnya.

Seorang pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan Injil itu berasal dari abad ke-5 atau ke-6. Sementara Barnabas, yang merupakan pemeluk pertama Kristen hidup pada abad pertama.

Salinan Injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah seorang pengikut Barnabas," kata dia. Sebab, lanjutnya, ada jeda 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Inkjil. "Umat Islam mungkin akan kecewa bahwa Injil ini tidak ada hubungannya dengan injil Barnabas," ujarnya.

Sementara Profesor Omer Faruk menilai Injil kuno itu perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan Injil itu dibuat oleh Barnabas atau pengikutnya.Kitab Injil Tentang Kerasulan Muhammad SAW

SAALAM UKHUWAH ISLAMIYAH

Blog ini adalah wahana komonikasi sekaligus menjadi media informasi
dalam rangka meningkatkan kreatifitas teman-temandi kepengurusan KKMI,
dengan demikian akn selalu tercipta hubungan yang komonikatif.
Blog ini juga dimaksudkan sebagai ajang kompetitif dalam meningkatkan kompetensi
serta potensi secara individual bagi teman di KKMI.
Salam Silaturrahmi.............!!!!!!!!
  

Info Mapenda Kabupaten Probolinggo klik di sini


ttd

admin